Jumat, 19 Februari 2016

Cinta, Deritanya Tiada Pernah Berakhir


Pagi-pagi yang ngantuk karena semalaman suntuk begadang nungguin pengumuman Nusantara Sehat Batch 3 yang ternyata belum nongol juga pemirsa. Mata saya pun tertuju pada pacar (baca: laptop) yang rupanya masih terjaga dari semalam. Melihatnya masih "melek" iseng-iseng saja saya buka akun facebook saya dan coba berpetualang sebentar. Tiba-tiba mata saya berhenti pada sebuah gambar bertuliskan quote yang yang dishare oleh salah satu akun dan kurang lebih berisi begini :

Jangan sekali-kali menyakiti hati penulis
atau, kamu akan abadi selamanya
dalam tulisannya

Tulisan "romantis" bernada ancaman itu membuat saya tergelitik membuat postingan ini. Dalam hati saya, eh bener juga tuh. Rasain buat kamu yang udah nyakitin hati saya, saya tulis nih kamu. Kamu jahat sih, hahaha. Tanpa menyebut merek pastinya.

Jadi kenapa orang jahat kek gitu harus ditulis? Mustinya orang kek gitu sih lipat aja, terus buang ke tong sampah. Eh, sayang donk. Terlalu sayang tong sampahnya. Hihihi, bercanda kok. Jadi sebelum saya lipat terus saya buang ke tong sampah, saya tulis aja dulu alasan kenapa umat kek gitu musti diabadikan dalam sebuah tulisan.

Biar doi baca



Siapa tau tiba-tiba doi kesasar ke blog coretan saya ini. Kali aja doi baca, diresapi, terus direnungkan di bilik merenung. Kali aja tobat. Kalo doi nggak baca? Ya biarin. Setidaknya doi udah abadi, dalam tulisan saya. Hihihi.

Mungkin aja doi merasa

Habis doi nyasar kesini, baca, merenung, siapa tau doi merasa kalo subyek dalam tulisan ini tuh dirinya. Oke, peluangnya kecil memang. Apalagi kalo doi tipe orang yang, suka-suka lah kamu mau bilang apa, gue begini adanya. Emang ada ya umat kek gitu? Yang lebih parah ada.


Kebakaran jenggot



Baguslah, saya kepingin banget tuh bakar jenggotnya. Hahaha. Jadi mungkin aja habis doi nyasar, baca, merenung, merasa kalo doi menyakiti hati penulis, terus doi kebakaran jenggot. Bukan kebakaran pakai api lho ya, walaupun sebenarnya memang kepingin saya bakar pakai api beneran. Hikkss.... Setidaknya doi begini nih, wah... gue masuk tulisannya si anu. Wah, gue jadi terkenal. Wah, gue difitnah jahat sama si anu. Dasar si anu lebay, galau dibawa-bawa sampai ke blog nih. Kali aja doi begitu kan? Hihihi.

Minta maaf

Kalo kesandung batu kek gini, sakitnya gimana ya? :-(
Ini opsi yang paling impossible deh keknya. Iyalah impossible wong doi aja nggak merasa dirinya salah. Kok ada ya umat kek gitu? Kan udah saya bilang, yang lebih parah ada. Ibaratnya sih doi itu batu. Lagi enak-enak jalan terus kesandung batu, terus sakitnya tuh di kaki, emang ada batu yang mau minta maaf karena nyakitin kaki kamu? Hellooww, impossible kan. Yang salah itu kamu, udah tau batu masih aja disandung. Hihhh !!! #ngomong di depan kaca.

"Dari dulu begitulah cinta, deritanya tiada pernah berakhir." Saya kutip dari quote-nya Panglima Tian Feng, alias Ti Pat Kay. Eh, tapi ngomongnya nggak pakai kostum Pat Kay lho ya. Cinta memang begitu kan, sekali kamu berani menjatuhkan diri padanya maka kamu harus siap menanggung rasa sakit.



Ngomong-ngomong, jadi dilipat terus dibuang ke tong sampah nggak ya si doi? Jangan deh. Doi bukan sampah organik-anorganik yang kenangannya selalu dalam ingatan, tidak bisa terurai, tidak bisa membusuk, dan selalu ada dalam sejarah. Bukan. Doi adalah orang asing yang bersamanya saya pernah berbagi cinta dan berbagi kebahagiaan. Semoga aja doi baca dan habis baca ini doi ngeping saya #ngarep. Hihihi.




Gambar diambil dari Google

Kamis, 18 Februari 2016

Nggak Pede Sama Tulisanmu? Sini Masuk, Saya Juga Sama Nih....



Walaupun menulis itu udah jadi hobi saya sejak kecil (setelah makan dan tidur tentunya), tak bisa dipungkiri kalo saya masih suka minder sama tulisan saya sendiri. Begitu mindernya, bahkan saya diam-diam bikin blog ini, nulisnya pun diam-diam (yaiyalah, masa mau sambil teriak-teriak, hellooow...).

Tapi semua berubah setelah negara api menyerang secara kebetulan ada seseorang dengan akun Facebook bernama Bang Syaiha, posting tulisan blognya di grup Komunitas Bisa Menulis yang sejak lama saya menjadi silent rider di dalamnya. Isi postingannya kurang lebih adalah, minder sama tulisanmu? Coba One Day One Post.

Eittss.... Saya banget ini. Langsung deh saya meluncur ke blog beliau, membaca dengan nikmat apa yang ditulis beliau, dan akhirnya saya merenung sendiri. Maklum, jones (baca : jomblo with happiness) jadi nggak ada pacar buat diajak merenung bersama. Dan dari hasil merenung saya yang lama di bilik merenung, akhirnya saya memutuskan akan mencoba saran beliau untuk one day one post, salah satunya lewat postingan ini.

Dalam blog beliau, Bang Syaiha membeberkan kiat agar kita nggak minder sama tulisan sendiri dan gimana biar keterampilan menulis semakin meningkat. Gimana caranya? Ini saya kasih tau, tapi versi pemahaman saya lho.

Tulisan kita itu ibarat anak


Begitu kata Bang Syaiha cara mengatasi minder kita sama tulisan sendiri. Iya, jadi tulisan kita itu anak kita, dan kita adalah orangtuanya. Bukankah orangtua menyayangi anaknya tanpa syarat? Betul. Sejelek apapun anaknya, orangtua nggak akan malu mengatakan kalo itu adalah anaknya bukan? Karena itu, sejelek apapun tulisan kita, kita musti bangga. Belum tentu orang lain bisa menulis seperti yang kita tulis. Betul?

Jangan ragu buat posting tulisan kita


Jelek? Nggak masalah. Keep posting aja teman-teman. Biarpun dibaca masih amburadul, nggak karu-karuan, nggak masalah kok. Dari situ kita akan semakin terlatih untuk menulis yang baik dan menarik. Saya merasakan banget sih. Takut ketika postingan kita dibaca banyak orang, kemudian diketawain, dicibir, atau diapain lah. Menurut Bang Syaiha, justru itu bisa menjadi koreksi terhadap tulisan kita. Kalo ada saran baik, diterima dan jadikan masukan. Terus kalo orang nggak suka sama postingan di blog kita gimana? Terserah lah. Blog saya, suka-suka saya donk mau nulis apa. Hihihi. Betul nggak?

Banyak membaca dan menulis


Nggak diragukan lagi, seorang penulis harus banyak-banyak membaca lho. Menurut saya, banyak membaca itu segudang manfaatnya. Ayat Al-Quran yang turun pertama aja berbunyi, Iqra' yang artinya bacalah. Dengan membaca wawasan kita bakal bertambah lho, kosakata juga diksi yang bisa kita pilih dalam menulis juga akan semakin bervariasi. Setelah itu rajin-rajinlah menulis (lebih tepatnya mengetik sih, hehehe) biar skill menulis meningkat. Saya juga lho, lama nggak menulis jadi kaku banget. Bikin bercandaan garing, nulis semrawut, paling parah bikin cerita selalu nggak ada endingnya. Hehehe.

One Day One Post

Ini nih yang super. Kalo bisa, satu hari satu postingan. Tujuannya sih biar makin terampil menulis. Kenapa kok setiap hari? Menurut saya sih progressnya mudah dilihat kalo tiap hari. Bandingkan deh, pisau yang tiap hari diasah sama yang diasahnya jarang-jarang tajam yang mana hayo... Menurut saya begitu sih. Hihihi.

Jangan bandingkan tulisan kamu sama tulisan orang lain


Kalo yang ini tambahan yang ada di kolom komentar blognya Bang Syaiha. Menurut saya betul banget lho ini. Semakin kita membandingkan tulisan kita sama tulisan orang lain, maka semakin minder lah kita. Karena, rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau. Hihihi. Misalnya, tulisan saya yang amburadul ini saya bandingkan sama tulisan Tere Liye? What? Level kecantikannya bagaikan saya sama Raisa. Sebelas duabelas, eh jaauuhh maksudnya. Selain itu, setiap orang pasti punya ciri khas tulisannya masing-masing. Itulah yang membuat dunia menulis itu berwarna. Betul nggak nih?

Jadi nggak ada yang instan di dunia ini. Mie instan aja perlu direbus 3 menit biar matang. Lho, lho? Nggak nyambung. Biarin. Intinya semua butuh proses. Untuk menghasilkan tulisan yang bagus dan menarik, butuh latihan yang banyak. Kesalahan itu wajar. Setiap orang pasti pernah bikin suatu kesalahan. Saya juga sering bikin banyak kesalahan sehingga harus mengulang ujian. Hikss.... #curhat

Nah, kira-kira begitulah yang saya pahami setelah membaca postingan Bang Syaiha dan merenung sekian lama. Teruntuk Bang Syaiha, siapapun anda, dimanapun anda berada, saya mengucapkan terimakasih banyak atas motivasinya. Semoga selalu dalam rahmat dan lindungan Allah SWT dan teruslah menulis untuk keabadian. Oke, sipp !!!




Sumber :

Blognya Bang Syaiha, ditulis ulang dengan perubahan seperlunya dan pemahaman penulis. Kalo ada salah, mohon maaf ya :-)

Gambar dari Google

Selasa, 16 Februari 2016

Favorit Saya Nih, Hanzawa Naoki (2013)

Castnya om-om sama kakek-kakek :'(
Hanzawa Naoki ini merupakan serial drama jepang sebanyak 10 episode yang tayang bulan Juli 2013. Saya sendiri baru nonton tahun 2015 dan bikin reviewnya baru 2016. Basi banget ya. Apa boleh buat, jajaran castnya berisi om-om sama kakek-kakek sih, jadi mata saya kurang semangat.

Tapi ternyata mata saya salah lho. Terbukti 10 episode saya lahap hanya dalam waktu 2 hari saja. Cerita dan intrik yang disajikan sungguh membuat saya penasaran pemirsa. Jajaran cast yang udah om-om tadi mampu membawakan perannya dengan amat baik. Atmosfer tegang sama emosinya mengena di hati saya lho. Terbukti saya kepingin nampol Direktur Eksekutif Owada. Hiihh!!

Ceritanya sendiri seputar dunia perbankan, konspirasi, dan tentunya kejujuran dan semangat pantang menyerah sang tokoh utama. Saya sendiri memang suka sekali nonton film yang berbau konspirasi, karena biasanya sih endingnya bikin gemes. 

Nah saya bahas garis besar ceritanya aja ya, sinopsis lengkapnya silahkan browsing sendiri atau nonton langsung dramanya. Tokoh utamanya adalah Hanzawa Naoki, seorang bankir dengan jabatan sebagai Kabag Perkreditan kalo nggak salah. Oleh atasannya di Bank Osaka Nishi, Asano Tadasu, doi diminta bertanggung jawab atas macetnya kredit perusahaan Nishi Osaka Steel sebesar 500 juta yen. Padahal karena kredit itulah Bank Osaka Nishi terpilih menjadi kantor cabang terbaik dan Tadasu pun mendapatkan penghargaan. Usut punya usut, dibalik kredit macet itu ada konspirasi antara Tadasu dan direktur Osaka Steel, Higashida Mitsuru. Sangat sulit untuk menemukan Higashida karena memang kabur-kaburan aja dari awal. Tapi, yang namanya hero pasti menang belakangan donk. 

Hanzawa Naoki (kiri), suami-able banget kan, hahaha....

Setelah berhasilkan menuntaskan masalah kredit macet di kantor cabang, Hanzawa pun meraih promosinya dan dipromosikan menjadi Deputi Manajer di Divisi Operasional bank pusat, yaitu Bank Tokyo Chuo. Nah, disini pun doi juga menghadapi masalah pelik. Bank Tokyo Chuo mengalami kegagalan investasi sebesar 12 milyar yen dengan memberikan kredit pada Hotel Isseshima. Nah tugas Hanzawa ini mengatasi masalah tersebut sebelum adanya inspeksi dari semacam badan audit keuangan gitu. Nah, masalahnya dibalik kegagalan investasi ini pasti ada orang dalam yang turut andil memberikan investasi pada hotel yang sebenarnya sejak lama sudah terancam bangkrut. Siapa orangnya? Gimana cara cari buktinya? Silahkan nonton deh.


Namanya hero, pasti menangnya belakangan ya. Disini kita disuguhkan bahwa tujuan sebenarnya Hanzawa itu adalah balas dendam. Kepada siapa? Kepada sosok berpayung di tengah hujan yang menolak permohonan kredit dari ayahnya Hanzawa dan akhirnya menyebabkan ayah Hanzawa bunuh diri. Padahal bunuh diri kan dosa. Siapa orang berpayung itu? Berhasilkah balas dendamnya? Nonton aja, nggak menyesal kok.

Saking kentalnya aroma konspirasi, bahkan disini saya agak bingung menggolongkan hitam-putih para karakternya. Semua terasa abu-abu bagi saya. Walaupun begitu, ternyata ada banyak orang di sekitar Hanzawa yang peduli dan sangat membantu. Sebut saja sohibnya Tomari dan istrinya Hana. Takeshita-han di part Osaka Nishi juga sangat banyak membantu. Cara-cara Hanzawa untuk melawan kezaliman penguasa pun sangat cerdas dan bikin saya jatuh cinta sama Hanzawa itu sendiri biarpun udah om-om. Hehehe. Beda banget ya sama tipikal sinetron kita yang cuma mewek-mewek kalo merasa dizalimi. Hiihh, gemesss.....

Karakter Hana disini saya suka banget. Aya Ueto memang pas kalo memerankan karakter macam itu. Saya suka banget sama Hana yang tetap menunggu suaminya pulang dan menemaninya makan malam walaupun udah larut. Hana juga nggak segan-segan membantu suaminya dengan caranya sendiri, dan menurut saya doski ini istri yang keren. Hihihi sebelas-duabelas lah sama saya entar.

Karakter yang lain diperankan dengan pas dan sangat baik oleh para castnya. Biarpun Direktur Owada suka melotot sampai bola matanya nyaris copot, saya akui bisa bikin saya emosi tingkat tinggi. Kepingin nampol aja bawaannya lihat doi belagu kayak gitu. Satu lagi yang bikin saya kepingin nampol, Kurosaki Shunichi. Coba nonton deh, pasti paham perasaan saya. Hahaha...

Endingnya? Endingnya bikin saya saaaangat berharap ada Hanzawa Naoki season 2. Ayolah, Cinta Siti aja sampai 7 season lho. Tukang haji naik bubur juga sampai ribuan episode. Eh, beda ding sini sama jepun sana kalo bikin sinetron. Kualitas tetap nomer 1 biarpun rating tembus 42%. Coba kalo di sini, pasti pas rahasia hampir terkuak, tiba-tiba heronya amnesia, terus mati, terus hidup lagi, terus amnesia lagi, ah capek deh. 

Bonus, nih.... Para main cast Hanzawa Naoki....

Ini yang episode 1-5, part Osaka Nishi

Episode 6-10, part Tokyo Chuo. Tuh Owada, wajahnya minta ditampol :-/
Kesimpulannya drama ini rekomen banget buat ditonton sama emak-emak, bapak-bapak, embak-embak, mas-mas, adek-adek juga boleh. Tapi khawatirnya nggak nyantol sih kalo ditonton emak saya, konfliknya lumayan berat lho. Pokoknya seberat apapun masalahnya, musti pantang menyerah. Gitu sih yang saya amati disitu. Oiya satu lagi, jadi istri yang berbakti sama suami ya, kayak Hana. Hihihi.....

Romantis ala mereka :-)


Sumber Gambar :

http://wiki.d-addicts.com/Hanzawa_Naoki

Pare, Kota Kecil Sejuta Kenangan

Gapura selamat datang dari arah Kota Kediri 


Pare, sebuah kecamatan yang kini menjelma menjadi kota kecil dengan hiruk pikuk masyarakatnya. Berjarak kurang lebih 25 km dari Kota Kediri. Pare memang menjadi kota kedua saya sejak 4 tahun yang lalu. Itulah kenapa kota kecil ini benar-benar penuh kenangan.

Setelah lulus, praktis saya jarang banget kesini. Paling juga kalo ada urusan di kampus, saya sempatkan sekalian berkeliling. Lumayan lah, mengenang masa muda. Hehehe. 

Pare memang nggak seramai Kota Kediri, nggak sesejuk Blitar, tapi memorable banget bagi saya. Apa sih? Yang jelas kulinernya yang murah meriah dan nempel di lidah, dan cowok gantengnya di Kampung Inggris itu lho. Yang terakhir tadi nggak serius ya. Hehe. Curhat sedikit nih hal-hal di Pare yang menurut saya menjadi kenangan yang nggak mau saya lupakan sampai tua nanti.

Kampus dan Kost

Hmm... Jadi ceritanya di Pare ada kampus ilmu kesehatan yang tua, berdiri sejak 1980-an kalo nggak salah. Tepatnya di jalan Soekarno-Hatta. Yang sering lewat situ pasti nggak asing donk. Kampus ini tempat saya "membandel" sih. Kuliah telat, pulang paling awal. Di php dosen dari pagi sampai sore. Ujian tahap yang bikin adrenalin meningkat. Hihh... Pokoknya ada aja deh!

Ikon kampus nih, hehehe :-p
Kalo kost saya tepatnya di perumahan barat kampus. Pemiliknya seneng banget ya kalo diajak diskusi masalah percintaan, pernikahan, perselingkuhan, dll. Karena dari kuliah saya jomblo bahagia, maka saya jarang banget menggunakan jasa curhat mereka. Kalo anak-anak kost lainnya sih, kayak hampir tiap hari deh ya. Untung nggak dipungut biaya, coba Rp 50.000/2 jam? Mungkin udah jadi jutawan kali ya mereka. Hihihi....

Kuliner Pare

Selain enak dan murah meriah, makanan disini macam-macam lho. Maklumlah, banyak pendatang gitu. Favorit saya sih Ayam Bakar W*ng Solo itu, btw kita nyebutnya ABWS. Selain enak, ABWS Pare menyediakan paket huemat, 13 ribu udah satu paket ayam bakar plus es tehnya. Kalo yang murah meriah abis, ada warung Rizka dekat kost saya. Asli murah. Eh, warung Mak Tun juga nggak kalah murah lho. 

Kalo yang lezat, ayam penyet Enggal juaranya. Masakan Warung Biru/Kantin Biru juga juara lah di kelasnya. Hehehe. Nggak lupa juga tahu telor Chichago favorit anak-anak nih. Nah kalo di Kampung Inggris, malah lebih banyak lagi yang murmer. Tapi saya jarang makan sampai kesini, kalo pas niat cuci mata doank deh makan kesini. 

Satu-satunya tempat dimana saya doyan sate kambing, harganya lumayan nih -_-

Patung Garuda

Patung segede gaban yang letaknya di tengah jalan itu memang khas banget sama kota ini. Nggak afdol deh kalo belum foto kesini. Saya juga pernah foto disini kok.



Taman Kilisuci

Narsis di Kilisuci, tebak saya yang mana nih? :-p
Nah ini ruang terbuka hijaunya Pare. Dibandingkan dengan jaman saya masih mahasiswa baru, taman ini sekarang jaaaauh lebih nyaman. Plus wifi jadi makin betah deh disini. Jalan ke belakang taman dikit, ada food courtnya nih. Makin gendut deh habis jalan-jalan kesini. Hikss....

Masjid An-Nur

Yang ini ikonik banget lho. Kalo main ke Pare, sempatkanlah mampir kesini ya. Sholat lah, atau mampir doank juga nggak apa-apa. Kita akan disuguhi keindahan bangunan masjid yang katanya didanai sama Sultan Brunei kalo nggak salah.

Ikon Kota Pare :-)

Kampung Inggris


Yang paling memorable dari kampung inggris itu bagi saya ada 3. Pertama makanannya yang murah meriah, cowoknya yang kece-kece badai, sama toko buku KW yang murah banget andalan kita semua (teman-teman saya maksudnya). Hihihi.

Tempat Wisatanya

Ada Candi Tegowangi di desa Tegowangi, Candi Surowono di desa Surowono, sama Pemancingan di Corah. Yang terakhir saya belum pernah kesana sih. Lewat doank yang sering. Lumayan lah, melepas penat seusai kuliah. Kalo beruntung, bisa foto bareng bule yang kebetulan lagi main kesana lho.



Pasar Pare

Disini kayaknya komplit deh. Apa-apa ada. Harganya murah lho kalo pinter-pinter nego sama penjualnya. Pengalaman nih.

Rajawali

Toserba yang udah kayak mall-nya saya sama teman-teman. Beli camilan, aksesoris, boneka, sendal, make-up, sampai pakaian dalam pun disini lho.

Bis Patas Blitar-Surabaya via Pare

Kalo ini angkutan saya buat menuju perantauan. Sayangnya mulai semester 5 udah lebih sering naik motor. Hal yang menyenangkan sekaligus menjengkelkan ada semua lho disini. Yang bikin senang itu kalo pas dapat tempat duduk enak, sebangku sama cowok ganteng  jadi bisa tidur nyenyak lho.

Erupsi Gunung Kelud

Bahkan, ujian saya yang harusnya sehari setelah hari valentine itu diundur deh. Pare serasa gurun. Pasir dimana-mana, debu dimana-mana, warung tutup semua, listrik sempat mati, kiamatnya anak kost deh. 

Narsis di gurun ini pasca erupsi sih :-D

Nah, apalagi ya? Itu aja deh kalo bagi saya. Yang jelas, Pare panasnya ampun deh. Mandi jam 10 malam pun nggak bakalan masuk angin kok. Hahaha. Nah yang mau ke Pare, silahkan. Nikmati seluk beluk kota kecil ini. Banyak yang murah-murah lho. Oiya, mohon maaf ya kalo banyak foto narsisnya. Hihihi....


Sumber Gambar :
Google
Dokumentasi Pribadi

Minggu, 14 Februari 2016

Nusantara Sehat Itu....

Assalamualaikum Wr. Wb

Ternganga, bibir membulat membentuk huruf O besar, mata melotot nyaris copot, itulah ekspresi seorang teman saya. Penyebabnya sepele. Keikutsertaan saya mendaftar program Nusantara Sehat angkatan ke-3. Program apa itu yang lantas membuat mata teman saya melotot nyaris copot gara-gara saya coba-coba ikutan? 

Jadi, Nusantara Sehat itu adalah program penempatan tenaga kesehatan di bawah naungan Kementerian Kesehatan RI yang berbasis tim di DTPK dan DBK. Profesi tenaga kesehatan pun beragam meliputi dokter, dokter gigi, perawat, bidan, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, analis kesehatan, gizi, dan farmasi. Karena sasaran penempatannya di daerah tertinggal, perbatasan, atau kepulauan, jelas misi ini tidaklah mudah. 

Nusantara Sehat sendiri sudah memberangkatkan 142 orang tenaga kesehatan pada gelombang ke-1 dan 552 orang tenaga kesehatan pada gelombang ke-2. Pendaftaran gelombang ke-3 pun sudah dibuka sejak 21 Januari 2016 sampai 9 Februari 2016 kemarin.

Meski misi tim Nusantara Sehat ini terbilang cukup berat, nyatanya peminatnya tidak sedikit. Bahkan peminat pada gelombang 2 mencapai 12 ribu orang. Nah, kelihatannya cukup menantang memang. Saya sendiri juga cukup tertarik dengan program ini.

gambar nyomot di Google :-)

Walaupun tugasnya yang berat, kira-kira apa yang membuat banyak yang tertarik mengikuti program ini? Kalo pertimbangan saya sih kira-kira begini alasan saya :

1. Bela Negara
    Nggak cuma TNI aja donk yang bisa bela negara. Kita warga negara Indonesia kan juga wajib dan berhak ikut bela negara. Entah kenapa dalam pikiran saya, ikut NS ini bisa dibilang salah satu wujud bela negara anak-anak muda seperti saya ini. Sayang donk tenaganya disia-siakan. Hehehe...

2. Bermanfaat
   Profesi tenaga kesehatan itu memang udah dari sananya itu diciptakan sebagai profesi yang "mulia", tanpa memandang rendah profesi lainnya lho ya. Kenapa? Karena sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain. Jika kita bisa bermanfaat bagi sekelompok orang yang ada nan jauh disana, why not ? Insha Allah akan menjadi amal yang memberatkan timbangan amal baik kita di akhirat kelak.

3. Indonesia itu, (katanya) indah lho.... 
    Indonesia itu indah, kapan ngetrip kesini? Sering kan mendengar atau melihat pesan begituan di sosmed belakangan ini? Kalo cuma ngetrip sih, udah mainstream banget deh rasanya. Kalo sambil ikutan NS, keren banget deh kayaknya. Menurut saya sih... Hehehe.

4. Mumpung masih muda
    Nah, mumpung masih jones nih (baca : jomblo with happiness), gunakanlah waktu sebaik mungkin itu melihat banyak hal. Siapa tau dapat jodoh banyak pengalaman dan hal baru disana. Iya kan, iya kan?

5. Dan lain-lain
    Dan lain-lain alias de.el.el ini macam-macam lho. Kalo saya sih sekalian buat ajang diet kali ya. Hahaha. Bisa jadi karena disini udah nggak banyak yang butuh tenaga kita, atau karena memang doyan melakukan kegiatan yang berbau-bau sosial gitu. Ah, silahkan tambahkan sendiri.

Nah, saya nyomot map persebaran tim NS yang gelombang 1 nih dari mbah Google. Yang titik merah itu kurang lebih rumah saya. Kira-kira jaraknya berapa centi ya? Kok kayak nggak ada yang deket, hiks...




Yang jelas, teman saya sangat meragukan skill "tarzan" saya. Asli. Wong saya ini hobinya makan, tidur, nonton pilem, kencan sama laptop, wisata kuliner, pokoknya yang enak-enak deh. Masa iya tiba-tiba kepengen hidup di tempat yang serba limited, dengan misi yang berat pula? Hihihi. Nggak tau deh, mungkin pas daftarnya itu lagi kalap dapat pencerahan otaknya.

Kesimpulannya, bagi teman-teman yang merasa tenaga kesehatan, masih muda, belum menikah atau jones mungkin, dan siap ditempatkan di daerah yang membutuhkan, silahkan aja mendaftar. Eh, gelombang ini udah ditutup ding, gelombang depan aja yak... 

Wassalamualaikum Wr. Wb


Sumber gambar : Google

Rabu, 03 Februari 2016

Bisa Nggak Sih, Menentukan Jenis Kelamin Bayi Sesuai Keinginan Kita?

Kebetulan ada tetangga yang tanya begini, "Kepingin punya anak cewek nih. Kalo bikin anak cewek, bisa nggak sih?" Kira-kira begitu pertanyaannya. Nah, saya aja masih polos. Mungkin karena saya mantan mahasiswi kebidanan kali ya, hihihi. Nah kembali ke pertanyaan tetangga saya tadi, ada nggak sih cara-cara khusus yang biar kita bisa punya anak dengan jenis kelamin yang kita mau?



Well, sebenarnya jenis kelamin itu adalah kehendakNya bukan? Mau dikasih cewek apa cowok itu merupakan ketentuanNya, apapun itu harus disyukuri. Tapi sekali lagi, ikhtiar itu diperbolehkan. Jadi nggak ada salahnya kok berusaha.

Menurut sumber yang saya baca, yang dapat menentukan jenis kelamin bayi adalah sperma. Kenapa begitu? Karena pada sperma mengandung kromosom X dan Y, sedangkan pada ovum hanya mengandung kromosom X saja. Bahkan katanya sperma pria dapat dipisahkan menjadi yang berkromosom X atau Y saja. Caranya bisa dengan metode yang sederhana atau yang canggih. Eh, tapi saya cuma mau bahas yang sederhana saja lho. Hehehe.

Nah, kira-kira begini nih kiat untuk menentukan jenis kelamin anak :

1. Jenis Makanan


    Jenis makanan tertentu kabarnya dapat mempengaruhi jenis kelamin bayi lho. Tapi, dietnya harus dimulai sebelum hamil lho ya. Paling nggak sih 1-2 bulan sebelum hamil.

Untuk mendapatkan jenis kelamin laki-laki, ibu disarankan mengkonsumsi makanan yang mengandung mineral kalium dan natrium. Misalnya buah-buahan, teh, kopi, ikan, dan garam.

Kalo untuk jenis kelamin perempuan, hendaknya mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung kalsium dan magnesium. Misalnya kacang-kacangan dan susu.

2. Masa Ovulasi


   Masa ovulasi atau masa subur berpengaruh terhadap kecepatan sperma. Katanya sperma XY itu lebih cepat sampai ke ovum kalo masa ovulasi. Jadi untuk mendapatkan anak laki-laki disarankan untuk melakukan coitus pada saat masa ovulasi. 

Sebaliknya jika ingin mendapatkan anak perempuan, coitus dilakukan sebelum masa ovulasi. Ya 2-3 hari sebelum masa subur gitu deh.

Nih penampakan Fertitest. Menentukan masa subur biar nggak ribet :-)



3. Menentukan pH Vagina


   Bahasanya mulai ekstrim nih, mohon maaf lho. Hahaha. Jadi untuk mendapatkan bayi laki-laki, sebelum melakukan coitus vagina dicuci dengan 250cc larutan air soda kue. Gimana donk cara bikin airnya? Cukup dengan menambahkan 2 sendok makan soda kue ke dalam 250cc air.

Nah, kalo bayi perempuan sebelum melakukan coitus, vagina dicuci dengan campuran 250cc air ditambah 2 sendok makan asam cuka yang biasa dipakai di dapur itu lho. Tenang saja ibu-ibu, menurut buku Bidan Delima yang saya baca larutan ini nggak berbahaya kok. Jadi, aman.

Kenapa harus begitu? Karena, asam-basa pada vagina itu berpengaruh untuk sperma. Sperma dengan kromosom XY dapat dihilangkan dengan menciptakan lingkungan asam pada vagina. Nah, begitu lho.

4. Posisi Coitus


    Katanya posisi coitus dan kepuasan saat coitus juga menjamin lho. Untuk bayi laki-laki lebih disarankan untuk coitus dengan gaya doggy style. Pliiisss anak kecil nggak boleh baca ya. Kenapa musti begitu? Karena sperma akan masuk di daerah yang paling basa. Tau kan kalo sperma XY itu nggak tahan asam. Oh iya, diusahakan si ibu mencapai kepuasan ya.

Nah, kalo bayi perempuan sebaliknya lagi. Coitus dilakukan seperti biasa aja. Nggak usah pake gaya-gayaan maksudnya. Si ibu juga sebaiknya menghindari kepuasan karena dapat meningkatkan pH basa pada vagina. Sumpaahh, anak kecil jangan baca lho ya.....

5. Berdoa


    Setelah semua ikhtiar yang kita lakukan, sisanya kita kembalikan pada Yang Maha Kuasa. Jadi, jangan capek berdoa buat meminta jenis kelamin bayi yang diinginkan ya....

Kira-kira segitu aja ya dari saya. Kalo ada kurang lebihnya, silahkan ditambah atau dikurangi sendiri ya. Hehehe. Terimakasih sudah mampir ;-)


Sumber :

akuinginhamil.com
bidanku.com
Kumpulan Protap dan Poster untuk Bidan Delima

Gambar dari Google

Kamis, 14 Januari 2016

Coitus Saat Hamil, Boleh Nggak?


Sebelum jauh masuk ke dalam, ke dalam tulisan ini, saya mau warning dulu. Yang merasa usianya masih dibawah 20 tahun, lampu merah ya. Lampu hijaunya khusus buat emak-emak, bapak-bapak, atau embak-embak yang udah menikah aja ya. Oke. Sipp!

Coitus itu apa sih? Jadi, coitus itu adalah istilah kerennya, sebenarnya sih istilah medis, dari hubungan suami-istri. Terus bukannya coitus saat udah suami-istri itu boleh? Boleh donk. Halal malah. Kalo lagi hamil? Nah, itu. Monggo disimak dulu ya ulasan dari saya.

Saat hamil, biasanya ibu mengalami banyak ketidaknyamanan. Ketidaknyamanan itu biasanya menyebabkan libido mereka menurun. Terutama pada saat trimester ke-1 dan trimester ke-3. Selain itu, sperma juga mengandung prostaglandin yang dapat memicu kontraksi sehingga dikhawatirkan terjadi abortus atau persalinan yang terlalu dini. Hmmm, dibahas per trimester aja ya biar nggak bingung.

1. Trimester 1


    Trimester ke-1 ini dimulai dari awal kehamilan sampai usia kehamilan memasuki 12 minggu. Pada trimester ini ibu hamil biasanya mengalami baaaanyak sekali ketidaknyaman dan tubuh masih dalam proses adaptasi. Lazimnya ibu hamil mengalami mual muntah dan nafsu makan menurun, populernya sih morning sickness. Selain itu perubahan emosi juga signifikan, apalagi bagi yang primipara atau hamil pertama.

Nah, dengan kondisi yang begitu, libido ibu hamil seringkali menurun. Tetapi menurun bukan berarti tidak membutuhkan sama sekali lho. Ibu hamil pada trimester ini masih boleh melakukan coitus, dengan syarat :

- Tidak memiliki riwayat abortus pada kehamilan sebelumnya
- Tidak terjadi perdarahan setelah melakukan coitus
- Jika memiliki riwayat abortus, atau terjadi perdarahan yang tidak diketahui sebabnya setelah coitus,   maka lebih baik coitus dibatasi.

2. Trimester 2


    Pada trimester ini tubuh sudah lebih bisa beradaptasi terhadap kehamilan. Ketidaknyamanan yang dirasakan pada saat trimester ke-1 sudah jauh lebih berkurang. Ibu pun mengalami peningkatan libido, dan itulah mengapa coitus pada trimester ini boleh sekali dilakukan asal :

- Berhati-hati saat mengeluarkan sperma, karena sperma dapat memicu kontraksi
- Selaput ketuban tidak pecah
- Tidak terjadi plasenta previa

Penampakan Plasenta Previa


3. Trimester 3

    Trimester terakhir boleh dikatakan sebagai masa krusialnya ibu hamil. Ketidaknyamanan semakin meningkat dikarenakan nyeri punggung, sering BAK, kontraksi braxton-hicks, serta ketakutan akan datangnya persalinan. Biasanya libido kembali menurun. Coitus pada trimester ini biasanya dikhawatirkan akan menimbulkan persalinan preterm. Namun coitus malah dianjurkan ketika usia kehamilan memasuki aterm atau diatas 36 minggu karena dapat mencegah terjadinya kehamilan post date atau kehamilan diatas usia 42 minggu.



Kira-kira ada tips agar coitus pada ibu hamil nyaman nggak? Menurut saya, agar coitus pada saat hamil terasa nyaman :

1. Gunakan posisi coitus yang paling nyaman untuk ibu hamil. Biasanya posisi woman on top.
2. Hindari penetrasi yang terlalu dalam.
3. Suami wajib pengertian dan empati pada istri, terutama saat istri mengatakan tidak.
4. Pada kehamilan resiko tinggi, lebih baik berkonsultasi dengan Dokter agar lebih aman.
5. Gunakan barrier jika pasangan menderita penyakit menular seksual.

Nah kira-kira segitu deh ulasan dari saya kali ini. Walaupun saya masih muda, masih single, dan masih polos, tapi ilmu kuliah harus tetap dibagi dengan orang lain. Sayang donk disia-siakan. Itu saja dari saya kalo ada yang kurang silahkan ditambah sendiri ya. Terimakasih sudah mampir :-)


Sumber gambar :
Google
Copyright © 2014 Keehh's